KREATIVITAS ANAK

PENGARUH BELAJAR YANG MENYENANGKAN TERHADAP KREATIVITAS ANAK

Banyak hal yang bisa meningkatkan perkembangan anak ketika ia mengalami proses belajar yang menyenangkan, salah satunya adalah perkembangan kreativitas. Menurut Seto Mulyadi, seorang pakar anak, kreativitas alamiah pada diri anak akan tampak dan perilaku mereka yang sering bertanya, senang menjajaki lingkungan, tertarik untuk mencoba segala sesuatu, dan memiliki daya khayal yang tinggi.
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan kreativitas anak. Kreativitas memang membutuhkan daya imajinasi, dan orang tua bisa berperan dalam menciptakan kondisi yang bebas bagi anak agar anak mampu membangun fantasi atau khayalan-khayalan, berimajinasi, atau melahirkan gagasan-gagasan baru. Orang tua juga bisa memberi rangsangan pada anak dengan pengetahuan awal atau gagasan untuk dikembangkan menjadi gagasan-gagasan yang baru.
Semakin banyak pengetahuan yang dapat dipero!eh anak, semakin balk dasar untuk mencapai hasil yang kreatif. Kreativitas tidak berhenti pada imajinasi semata, melainkan dalam suatu bentuk yang bertujuan. Orang tua berperan dalam memberikan wadah perwujudan kreativitas anak-anak, seperti karya seni, musik dan nyanyian, atau kesempatan anak untuk bercerita dan mengungkapkan apa yang dirasakannya.
Dari pendapat berbagai pakar, dapat disebutkan beberapa parameter kreativitas yang dimiliki seorang anak, yang dihasilkan dan kesenangannya dalam belajar. Sebagai berikut:
· Kemampuan untuk Menciptakan Sesuatu yang Baru dan Unik
Menurut Elizabeth Hurlock, kreativitas adalah adanya sesuatu yang baru baik dalam bentuk gagasan atau suatu hasil karya. Dalam kreativitas yang diciptakan adalah sesuatu yang baru dan berbeda dan yang telah ada dan sifatnya unik. Keunikan dekat dengan keaslian (orisinalitas), yaitu kemampuan untuk membuat sesuatu yang orisinal (asli), murni dari ide anak, serta didukung oleh pengetahuan dan informasi yang telah diperoleh anak sebelumnya.
Sebagai contoh, setelah mendengar cerita dan guru tentang indahnya kehidupan di dasar laut, kemudian seorang anak membuat mainan kapal selam dan kertas yang dilengkapi gambar dekorasi yang menarik. Kapal selam tersebut ditempelkan pada alas kertas karton tebal. Setelah itu ia lengkapi dengan cerita bahwa kapal mi akan membawanya bersama teman-teman untuk menikmati keindahan kehidupan di laut. Hal ini merupakan penyaluran daya imajinasi dan ungkapan keinginan anak untuk melihat kehidupan di dalam laut yang diungkapkan dalam sebuah karya yang kreatif.

· Kemampuan untuk Mentransformasikan Gagasan Lama ke dalam Bentuk-bentuk Baru
Kreativitas juga berarti mentransformasikan gagasan lama ke dalam bentuk barn, gagasan yang hama merupakari dasar dan yang baru. Jika orang ingin kreatif mereka memerlukan pengetahuan yang diterima sebelum mereka dapat menggunakannya dengan cara yang baru dan orisinal.
Kreativitas juga terlihat pada kemampuan untuk membuat sesuatu yang umum menjadi khusus dan sesuatu yang khusus menjadi umum, dan kemampuan mentransformasi ini juga tercermin pada kemampuan melihat sesuatu dengan cara yang baru.
Pengembangan ide bisa bermula dan sesuatu yang sama. Hal ini dapat kita lihat ketika seorang anak dengan anak lainnya mengerjakan tugas yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda. Artinya anak bisa mengembangkan idenya dengan cara lain yang lebih kreatif, tidak hanya meniru apa yang disampaikan orang tua. Misalnya membuat miniatur planet. Walaupun sudah ada keterangan yang diperoleh anak baik dan buku, guru, maupun orang tua, anak bisa saja membuat miniatur planet sesuai dengan gagasan yang ada di benaknya.

· Kemampuan untuk Membangun lmajinasi dan Fantasi yang Terarah
Imajinasi bisa diartikan sebagai kemampuan rnembayangkan sesuatu yang tidak ada, kemudian mengembangkan ide dan menghubungkannya dengan sesuatu yang pernah diketahui atau dilihatnya. Mempunyai daya imajinasi, dapat juga menjadi salah satu ukuran kreativitas seorang anak. Daya imajinasi dapat dikembangkan dengan cara memberikan kebebasan pada anak untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif dengan bimbingan dan arahan orang tua.
Menurut Hurlock, kreativitas merupakan imajinasi atau fantasi yang terarah. Mereka memerlukan pengetahuan yang diterima sebelum mereka dapat menggunakannya dengan cara yang baru dan orisinal. Hasil yang dicapai terarah pada acuan dan pengetahuan yang mereka miliki sebelumnya baik dan pengetahuan yang diberikan oleh orang tua maupun dan bacaan atau tayangan yang pernah mereka lihat. Ada maksud dan tujuan yang ditentukan, jadi bukan fantasi semata, walaupun berbentuk sebuah hasil atau gagasan yang tidak lengkap.
Imajinasi yang terarah ini bisa ditumbuhkan lewat permainan imajinatif. Sering melibatkan anak dalam permainan imajinatif akan membuat dan mendorong anak untuk berpikir dan berkreasi. Dengan demikian anak akan terbiasa untuk selalu berusaha menghasilkan ide-ide yang kreatif.
Misalnya seorang anak yang mempunyai kebiasaan berkhayal sering menuangkan khayalannya dalam bentuk cerita, baik dalam gambar maupun tulisan. Jika kebiasaan ini didukung oleh orang tua, misalnya dengan memberikan buku cerita, menyampaikan cerita kepada anak, mengajak dialog kepada anak tentang suatu topik, maka akan sangat membantu anak untuk mengeluarkan ide atau gagasannya. Tidak jarang akan diperoleh karya yang indah dan ide-ide kreatif anak.

· Kemampuan untuk Melihat Berbagai Kemungkinan Jawaban Terhadap Suatu Masalah
Kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah disebut juga kemampuan berpikir divergen. Cara berpikir yang kreatif menjajaki berbagai kemungkinan jawaban dengan kemampuan berpikir yang beragam, bukan hanya mencari satu jawaban yang benar. Hal ini dimungkinkan jika tercipta kebebasan psikologis pada anak. Anak diberi kesempatan untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran-pikiran akan perasaan-perasaannya, dan memberikan pada anak kebebasan dalam berpikir atau merasa sesuai dengan apa yang ada dalam dirinya.
Kemampuan berpikir divergen biasanya didorong oleh pola komunikasi yang diterapkan, baik oleh orang tua maupun guru, kepada anak. Dengan memberikan kebebasan kepada anak untuk memberikan tanggapan terhadap suatu persoalan dan berbagai sudut pandang akan membentuk cara berpikir anak yang kreatif, tidak terbatas pada suatu hal, dan mendorong anak untuk mengembangkan ide-idenya.
Misalnya suatu saat kita berdialog dengan anak tentang apa itu banjir. Kreativitas yang berkembang pada anak akan mendorong anak mengaitkan tema banjir dengan banyak hal, misalnya buang sampah sembarangan, pohon-pohon yang ditebang, orang-orang mengungsi karena rumahnya rusak, memberikan sumbangan pakaian, makanan dan sebagamnya. Ide-ide ini bisa muncul dengan sendirinya ketika menanggapi sebuah tema.

· Adanya Rasa Ingin Tahu yang Luas dan Mendalam
Kreativitas juga ditandai dengan adanya rasa ingin tahu yang luas dan mendalam. Anak tidak puas dengan hanya menerima informasi yang disampaikan orang tua saja tetapi dia akan mencoba mengetahui lebih luas dan mendalam. Hal ini dapat ditandai dengan seringnya anak mengajukan pertanyaan, baik yang terkait langsung dengan materi atau terkait dengan hal lain saat orang tua bercerita atau menerangkan sesuatu.
Misalnya ketika kita ajak anak melihat pameran ilmu pengetahuan dan teknologi. Anak yang kreatif biasanya ingin tahu lebih jauh tentang hal-hal baru dan menarik yang ditemuinya. Kita sebagai orang tua akan diberondong dengan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan hal-hal yang baru dilihatnya.

· Adanya Minat yang Luas dan Keinginan Bereksplorasi
Minat yang luas ditunjukkan oleh anak-anak kreatif dengan adanya keinginan untuk bereksplorasi atau mempelajari dan menjelajahi hal-hal baru. Tingkat energi, spontanitas dan petualangan sering tampak pada anak yang kreatif. Mereka mempunyai keinginan yang besar untuk mencoba aktivitas yang baru dan mengasyikkan. Dalam skala tertentu, mereka berani melakukan sesuatu yang berbeda dan yang dilakukan oleh temannya dan melakukan sesuatu yang memang disukainya.
Anak-anak perlu belajar melakukan eksplorasi. Mereka perlu diberikan kebebasan seluas-luasnya dengan dukungan sarana dan prasarana yang ada untuk melakukan eksplorasi sehingga dapat mendorong munculnya ide-ide kreatif.
Keinginan untuk bereksplorasi atau menjelajah biasanya muncul dalam diri anak-anak yang kreatif ketika dia menemukan suatu hal yang baru dan menarik baginya. Misalnya anak menggunakan panci masak milik ibunya sebagai helm (pelindung kepala) dan alat masak lainnya sebagai senjata ketika bermain perang-perangan dengan temannya. Aksesoris tersebut dipakai untuk melengkapi pakaian perang yang diciptakannya sendiri, misalnya dan plastik. Anak bereksplorasi dengan benda yang dimiliki atau yang berada di sekitarnya untuk menciptakan kostum dan senjata dalam permainannya.

· Adanya Perhatian pada Proses, Bukan Sekadar Hasil Akhir
Kreativitas dianggap sebagai suatu proses, yaitu proses dalam menghasilkan sesuatu yang baru. Penekanannya adalah pada tindakan menghasilkan daripada hasil akhir. Jadi yang lebih difokuskan adalah pada proses dan bukan pada hasil akhirnya. Melalui pendekatan pada proses, yang lebih dilihat adalah bagaimana munculnya ide-ide orisinal untuk melakukan sesuatu, dan tidak terpaku pada produk akhir yang menjadi bukti kreativitas seorang anak.
Misalnya seorang guru mengajarkan tahapan membuat pesawat mainan dan kardus dan bambu di kelas. Anak yang mempunyal ide kreatif tidak akan mengikuti tahapan yang persis sama dengan yang disampaikan gurunya. Ada beberapa hal yang ia modifikasi, meski kemudian hasil akhirnya kurang sempurna misalnya sayap pesawatnya patah. Pesawat mainan si anak sayapnya patah karena ia melakukan modifikasi yang justru membuat lebih rumit dan tidak kokoh. Dalam kasus ini seharusnya, yang lebih dilihat adalah proses anak dalam membuat pesawat dan keberaniannya memodifikasi bentuk. Jadi bukan semata-mata melihat hasil akhir yang kurang sempurna karena sayap pesawat patah.

· Adanya Kesenangan dan Kepuasan Pribadi dalam Melakukan Pekerjaan
Kreativitas akan memberikan kesenangan dan kepuasan pribadi yang sangat besar pada anak. Anak akan mendapatkan penghargaan atau pujian yang mempunyai pengaruh nyata terhadap perkembangan kepribadiannya.
Anak akan merasa puas bila mampu menciptakan rumah-rumahan dengan bentuk yang didesainnya sendiri, misalnya ketika ia bisa membuat rumah dan mainan puzzle. Imajinasinya tentang bentuk sebuah rumah tersalurkan melalui rumah ciptaannya. Pujian yang datang dan orang lain terhadap karyanya akan menambah kegembiraan dan kepuasan pada diri anak. Namun sebaliknya, cemoohan akan membuatnya kecewa dan bersedih.

· Adanya Pengetahuan Awal Sebagai Modal
Kreativitas muncul pada diri anak karena ada rangsangan dan sesuatu yang telah diperolehnya. Misalnya di sekolah anak mendapat penjelasan dan guru tentang bulan sebagai satelit bumi, di mana bulan selalu mengikuti kemana pun bumi pergi. Pengetahuan ini mengilhami permainan yang dilakukan anak di rumah bersama temannya, yaitu bermain satelit-satelitan. Yang menjadi bulan akan selalu mengikuti kemana saja gerakan anak yang berperan sebagai bumi.

· Kepekaan Akan Keindahan (Sense of Beauty)
Anak mampu mengapresiasi rasa keindahan yang ditimbulkan oleh suatu benda atau karya. Rasa keindahan ini dikembangkannya dengan menciptakan gagasan-gagasan baru terhadap benda atau karya yang dilihatnya. Anak mempunyai minat yang cukup besar terhadap seni, sastra, musik, teater, dan lain sebagamnya.
Salah satu bentuk kreativitas anak tertuang dalam seni dan keindahan. Kepekaan terhadap keindahan dituangkan misalnya dalam:
– menciptakan gerakan yang indah ketika mendengar musik;
– menggambarkan benda-benda, situasi atau keadaan yang didalamnya dalam kertas;
– kesenangan atau minat anak terhadap karya-karya seni.

· Kemampuan Berpikir Asosiatif dan Bermain denan Gagasan
Berpikir asosiatif berarti mencoba mengaitkan hal-hal yang berlainan dalam suatu pemahaman tertentu. Dalam mengaitkan ini, permainan gagasan sering terjadi, karena tidak adanya aturan baku dalam pengaitan fenomena ini. Disinilah kreativitas tumbuh.
Akibatnya sering ada ungkapan anak yang mengaitkan apa yang tengah diceritakan dengan apa yang ada dalam pikirannya sebagai suatu ungkapan yang tidak pernah terduga sebelumnya Misalnya ketika kita menerangkan sebuah tema buku tentang sumber air panas kepada anak.
Berdasarkan pengalaman anak yang pernah mandi air panas alam di pemandian sumber air panas, ariak akan memberikan berbagai pertanyaan dan juga pernyataan. Dia akan bertanya mengapa belerang bisa membuat air menjadi panas, atau mengapa di dekat rumah tidak ada air panas. Atau bisa juga ia membuat pernyataan bahwa air panas dan sumber alam itu mengandung belerang.

· Kepekaan Melihat Hal Unik dan Lingkungan Sekitar dan Aktivitas Sehari-hari
Alam sekitar dan kehidupan sehari-hari merupakan sumber inspirasi yang tak ada habis-habisnya. Anak yang kreatif sering memperoleh ide dan hal-hal yang ada di sekitarnya. Seorang anak bisa saja membuat cerita tentang kehidupan semut setelah melihat dan mengamati barisan semut yang ada di rumah. Atau seorang anak akan menggambar pelangi setelah melihat munculnya pelangi di senja hari seusai hujan turun.

· Kemampuan Mengungkapkan Gagasan
Kreativitas anak dapat dilihat dan kemampuannya untuk mengungkapkan gagasan atau bercerita, baik di rumah maupun di sekolah. Apabila pendengar menunjukkan reaksi senang terhadap cerita mereka, anak akan terdorong untuk bercerita lebih banyak, yang pada akhirnya akan berkembang menjadi sebuah kesenangan.
Pada mulanya ia bercerita dengan cara reproduktif. Anak menceritakan hal-hal yang telah mereka dengar dan radio atau televisi atau yang diceritakan orang tua padanya. Kelak cerita mereka akan menjadi kreatif. Mereka akan membuat cerita berdasarkan bahan dan berbagai sumber, dan menambah hal- hal orisinal pada cerita itu.
Anak perlu dibiasakan untuk mengungkapkan ide-idenya. Hal ini harus didorong oleh lingkungan sekitarnya, terutama oleh orang tua, misalnya dengan pemberian informasi atau materi yang mendorong anak untuk selalu dapat mengembangkan pemikirannya. Di samping itu orang tua harus memberikan penghargaan kepada anak ketika ia sedang mengungkapkan gagasannya. *

* (the reference in the profil of andydoanx2525)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s